Deklarasi Damai Masyarakat Perum Agape Tumaluntung Hasilkan 8 Point Kesepakatan

Minut, Tonseanews.id – Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) bersama Forkopimda serta Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan masyarakat Tumaluntung menggelar acara Deklarasi Damai terkait BPU Al-Hidayah di Perumahan Agape Desa Tumaluntung, bertempat di Aula Polres Minut, Sabtu 1 Februari 2020.

Kapolres Minut AKBP Grace Rahakbau SIK MSi berharap pertemuan ini dapat menghasilkan kesepakatan bersama yang akan meredam konflik dan membuat keadaan di Perum Agape Tumaluntung kembali aman, tentram dan kondusif.

“Hasil kesepakatan yang sudah kita sepakati bersama, nantinya akan ditanda-tangani oleh Bupati Minut dan Ketua DPRD,” ujar Kapolres Grace.

Sementara itu Dandim 1310 Bitung-Minut Letkol Inf Kusnandar Hidayat S.Sos mengatakan, TNI dan Polres akan selalu siap mengadakan pengamanan, dan menindak tegas siapapun yang mencoba membuat keonaran.

“Tolong jangan lagi kita membuat keruh keadaan yang sudah mulai kondusif, marilah kita semua masyarakat Minahasa Utara saling menjaga keamanan dan toleransi terutama di Perum Agape Tumaluntung,” kata Dandim Kusnandar.

Deklarasi Damai tersebut menghasilkan 8 point kesepakatan yaitu:

1. Kami masyarakat Minahasa Utara khususnya warga masyarakat Desa Tumaluntung di dalamnya masyarakat Perum Agape merupakan bagian dari NKRI dan menolak tindakan radikal, intoleran, dan melawan segala bentuk penyebaran hoax, fitna dan ujaran kebencian.

2. Kami masyarakat Minahasa Utara khususnya warga masyarakat Desa Tumaluntung di dalamnya masyarakat Perum Agape saling mengembangkan sikap toleransi, tenggang rasa dan daling menghormati.

3. Kami masyarakat Minahasa Utara khususnya warga masyarakat Desa Tumaluntung di dalamnya masyarakat Perum Agape selalu berjuang untuk tegaknya hukum dalam mewujudkan kesejahteraan, keadilan dan kerukunan hidup demi mencapai kebahagiaan bersama.

4. Kami masyarakat Minahasa Utara khususnya warga masyarakat Desa Tumaluntung di dalamnya masyarakat Perum Agape mengedepankan rasa aman dan nyaman serta mewujudkan semboyan torang samua basudara.

5. Proses perizinan pendirian tempat ibadah agar dilakukan secara resmi dan berjenjang sesuai aturan yang berlaku dan harus mendapat rekomendasi dari semua instansi yang berwenang serta mendapat pengawalan sampai tuntas.

6. Perbaikan balai pertemuan umat muslim di Perum Agape sudah dilakukan dan tidak dilakukan penambahan pembangunan sampai ada izin.

7. Sambil menunggu surat izin dikeluarkan maka untuk sementara umat muslim Perum Agape boleh mendirikan shalat, hanya untuk umat muslim Perum Agape dan untuk sementara tidak menggunakan pengeras suara.

8. Seluruh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Kabupaten Minahasa Utara mendukung keputusan deklarasi damai.

Turut hadir dalam Deklarasi Damai tersebut, Jajaran Forkopimda, Sekda Minut Ir Jemmy Kuhu, Asisten 1 Minut dr Jeane Simons, Ketua FKUB Minut, Pdt Ruben Renggii S.Th, Ketua MUI Minut KH Baidrowi Ibnu Hajar, Kaban Kesbangpol Minut Forsman Dandel S.Sos, Kepala Kemenag Minut Anneke M Paruntu, Staf ahli Gubernur Sulut H Husein Tuahuns, para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Camat, Hukum Tua Desa Tumaluntung dan perangkat desa. (ekin)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *