Hujan bersyukur, Panas dinikmati

“Banjir Wamaru Sea 1”
Catatan: Efraim Lengkong

Sering kita merasa paling berhak dalam menentukan bagus atau tidaknya cuaca di tempat mereka tinggal. Hal itu agar semua pekerjaan atau aktivitas tidak terganggu dengan keadaan cuaca.
#tanpa_disadari berpikir seperti itu, kita sedang melatih diri kita untuk menjadi manusia yang suka mengeluh dan bersungut.

Pertanyaannya “layakkah kita mengeluh dan bersungut ketika cuaca “hujan atau panas”?
Padahal apa yang kita sungguti dan keluhkan itu berada di luar kendali kita sebagai manusia.
Ada baiknya kita menerima dengan ikhlas cuaca yang diberikan untuk manusia apapun cuaca yang dialami.
#Kita harus sadari bahwa perubahan iklim yang terjadi, menyebabkan terjadinya banjir/longsor, kebakaran hutan langsung atau tidak langsung semuanya terjadi karena ulah kita sendiri.

Pribadi saya mengatakan sangat tidak pantas bagi kita untuk mengeluhkan atau bersungut akan cuaca yang kita rasakan.
Kita harus menyadari bahwa ada manusia atau mahluk hidup lainnya yang merindukan hujan turun karena wilayah mereka gersang dan sangat membutuhkan air, begitu pula sebaliknya.

Mari kita belajar menerima segala cuaca yang kita rasakan, “panas jangan mengeluh, hujan jangan bersungut”. Mari kita ucapkan kalimat: Hujan bersyukur, “panas menikmati” Amin.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *